Investorindo.com

Sahabat Edukasi Finansial Anda


Bagi sebagian besar dari kita bekerja pada perusahaan swasta besar atau perusahaan BUMN akan terbiasa melihat potongan=potongan pada slip gaji suami atau bahkan slip gaji milik sendiri. Potonganpun jumlahnya bervariasi dari mulai potongan pajak, pensiun, koperasi dan potongan-potongan lainnya.

Kebanyakan suami dan istri ini tidak berdaya terhadap potongan-potongan gaji tersebut yang terkadang membuat penghasilan bersih (take home pay) menyusut cukup drastic. Lebih buruknya lagi, banyak dari kita yang tidak mengetahui untuk apa potongan tersebut dan kemana larinya dana tersebut, serta apakah suatu hari kita bisa mendapatkan dana tersebut kembali?.

Salah satu potongan yang menarik untuk diamati adalah potongan untuk tabungan hari tua alias tabungan dana pensiun. Beberapa perusahaan besar dapat memberikan tunjangan tambahan untuk dana pensiun ini, akan tetapi kebanyakan perusahaan memotong langsung dari gaji pegawainya. Satu hal yang patut diingat bahwa apabila potongan dana pensiun ini diambil setelah gaji dikenakan pajak, maka kita dapat meminta perusahaan untuk memotong dana pensiun tersebut sebelum dikenakan pajak penghasilan. Alhasil penghasilan tahunan akan menurun sehingga perhitungan pajak penghasilan yang dibayarkan (dipotong) dari gaji akan ikut menurun juga.

Lalu, kemanakah dana pensiun tersebut ditempatkan dan apakah dana tersebut akan mencukupi kebutuhan kita semasa pensiun kelak? Sayang sekali sangat sedikit dari pegawai yang mengerti akan hal ini dan menanyakan secara detil kemana dana tersebut diinvestasikan. Dan yang lebih menakutkan lagi, sangat sedikit dari anggota masyarakat yang melakukan perhitungan secara detil seberapa besar dana yang diperlukan pada saat mereka pensiun nanti.

Sebuah riset telah dilakukan oleh International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), sebuah asosiasi Perencana Keuangan Internasional di Indonesia yang memberikan hasil cukup mengejutkan bahwa 80% dari kelas menengah di Indonesia tidak bisa pensiun dengan nyaman.

Mengapa tidak bisa pensiun dengan nyaman? Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Undang-undang dana pensiun di Indonesia mengacu kepada undang-undang yang lama yang belum disesuaikan dengan perubahan jaman. Undang-undang ini yang memberikan aturan bahwa apabila seseorang pensiun dari tempat pekerjaan baik pensiun usia normal (55 tahun) ataupun usia pensiun dipercepat (45 tahun) dan memiliki uang didalam tabungan dana pensiun yang jumlahnya melebihi Rp. 50 juta, maka pembayaran dana pensiun tersebut adalah 20% dibayarkan tunai dan 80% dibelikan produk asuransi yang disebut dengan Anuitas Pasti (tetap) atau diluar negeri dikenal dengan fixed annuity.

Karena produk fixed annuity ini harus memberikan ”dana pensiun” dengan nilai tetap secara konstan, maka perhitungan investasi dari produk ini Sangat Konservatif. Oleh sebab itu bagi pensiunan dengan penghasilan yang tinggi, bisa-bisa dana pensiun yang didapatkan dari produk ini tidak cukup untuk menutupi ¼ dari biaya hidup bulanan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menutupi kekurangan ini? Buatlah dana pensiun tambahan dan jangan mengharapkan dana pensiun dapat dicover 100% dari tempat bekerja. Jadi untuk melakukannya bagaimana cara menghitungnya dan persiapan apa yang harus dilakukan? Pertama-tama coba diskusikan antara suami dan istri tentang seberapa besar dana yang dibutuhkan oleh mereka untuk bisa hidup nyaman dalam kondisi saat ini. Lalu, tentukan kapan sebenarnya sang suami atau istri ingin pensiun dari tempat bekerja.

Setelah itu lakukan visualisasi apa yang akan dilakukan untuk mengisi masa-masa pensiun ini serta biaya-biaya yang berhubungan dengan masa ini. Lakukan juga analisa terhadap penyakit menurun dari anggota keluarga yang mungkin bisa menyerang kita pada saat pensiun serta hitung kemungkinan biaya pengobatannya.

Jumlahkan seluruh biaya tersebut menjadi total biaya bulanan atau tahunan dengan nilai disaat ini. Lalu, dengan menggunakan asumsi rata-rata inflasi, hitung nilai uang tersebut dimasa yang akan datang (ketika mulai pensiun) sampai kira-kira umur ekspetasi hidup kita. Dari perhitungan tersebut akan menghasilkan angka yang cukup mengejutkan karena nilainya yang sangat besar.

Kurangi kebutuhan ini dengan perhitungan dana pensiun yang didapatkan dari tempat bekerja, maka akan didapatkan selisih angka pensiun yang harus diinvest setiap bulannya. Masih bingung juga? Gunakan jasa seorang Perencana Keuangan yang berkompeten, berpengalaman dalam meng-handle nasabah dan memiliki Sertifikasi International.

Apabila seseorang yang bekerja diperusahaan swasta atau BUMN saja tidak mempunyai dana pensiun yang cukup, bagaimana dengan kita yang ber wiraswasta? Kita tidak ingin bekerja seumur hidup kita kan? Ada waktunya dimana kita ingin bisa menikmati hidup kita tanpa takut kekuarangan uang. Nah sudah saatnya kita harus mempersiapkan dana pensiun kita dari sekarang.

Catatan:

Artikel ini ditulis oleh Aidil Akbar dan telah dimuat di Harian Tribun Medan 2 Desember 2011.

Info Yang Dicari Pengunjung:

Investorindo On August - 25 - 2014

Leave a Reply


  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Tips Menambah Sumber Penghasilan

Multiple Income Stre

Masih ingat dua tulisan saya sebelumnya tentang pentingnya memiliki sumber ...

payung-finansial

Sedia Payung Sebelum

Ada pepatah kuno yang sering kita dengar yaitu Sedia Payung ...

berhutang-jangan-sampai-bangkrut

Aset & Hutang

Ketika sedang berjalan-jalan di pusat berbelanjaan, seringkah kita melihat tulisan ...

mengatur-uang

Kita Butuh Mengelola

Tidak bisa dipungkiri apabila hidup makin hari makin susah dan ...

Tips berhemat

Tips Menyikapi Kenai

Kenaikan harga BBM masih saja menjadi pembicaraan hangat di lingkungan ...